Sebanyak 13.955 peserta mengikuti tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Medan (Unimed) (5/7/2020). Peserta yang mengikuti UTBK SBMPTN terdiri dari peserta regular sebanyak 10.350 dan peserta program KIP K sebanyak 3.605.

“Total kapasitas yang kita siapkan itu ada 39.710, namun yang mendaftar hanya 35.14 %. Dari jumlah pendaftar tersebut, ada 587 peserta dari luar Sumatera Utara, yakni berasal dari 19 provinsi yang ada di Indonesia, termasuk ada yang dari Malaysia,” ujar Rektor Dr. Syamsul Gultom ketika meninjau pelaksanaan UTBK di FBS yang ditemani oleh jajaran wakil rektor.

Syamsul juga menjelaskan bagi peserta yang berasal dari luar provinsi lokasi ujian, maka akan direlokasi sesuai provinsi asal,

Rektor juga menjelaskan bahwa pelaksanaan UTBK di masa pandemic Covid-19 ini UNIMED telah menerapkan standar dan protokol Kesehatan secara ketat diantaranya peserta wajib memakai masker, ketika memasuki ruangan peserta wajib di ukur suhunya, wajib mencuci tangan dengan air mengalir.

“kami juga menyediakan hand sanitizer, masker cadangan, dokter, ambulan, rumah sakit mitra, dan keamanan. serta melakukan penyemprotan disinfektan guna mensterilkan kembali ruangan sebelum dan setelah pelaksanaan ujian tes,” jelas Rektor.

Lanjutnya Dr. Syamsul menjelaskan, UTBK merupakan tes masuk ke Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes Perguruan Tinggi terstandar di Indonesia. Keunggulan pelaksanaan UTBK oleh LTMPT adalah dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta yang banyak dan waktu yang cepat serta hasil tes diberikan secara individu.

“Untuk jalur SBMPTN di Unimed tahun ini, kuota yang kita sediakan sebanyak adalah 50 % dari jumlah kouta yaitu : 3.549 orang, yang tersebar kedalam 51 Program Studi S1 (Sarjana), kalau jumlah Prodi S1 di Jalur SNMPTN dan SBMPTN, kita Unimed lebih banyak dari USU, karena dari data yang ada USU itu hanya 47 Program Studi,”ujarnya.

UTBK 2020 ini dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2018, 2019, dan 2020 dengan maksimal umur 25 Tahun. UTBK merupakan syarat utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Rektor mengatakan bahwa di masa pandemic covid-19 UTBK SBMPTN banyak sekali mengalami perubahan dimana yang awalnya UTBK akan dilaksanakan sebanyak 4 (empat) sesi berubah menjadi 2 (dua) sesi, dengan rincian perubahan waktu : (a) Sesi 1, pukul 09.00-11.15 Wib, dan (b) Sesi 2, pukul 14.00-16.15 Wib. Jeda waktu selama 2 jam 45 menit yang digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan saat pergantian sesi.

Kemudian, tes UTBK akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni : (a) Tahap I, pada tanggal 5-14 Juli 2020, dan (b) pada tanggal 20-29 Juli 2020. Pengumuman akan disampaikan pada tanggal 20 Agustus 2020.

“Materi tes UTBK juga di ubah hanya satu materi saja yang diuji yakni TPS (tes potensi skolastik), TPS ini telah dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan kuliah di PTN,” jelas Rektor UNIMED.

Pelaksanaan UTBK SBMPTN dilaksanakan di 11 lokasi ujian yang telah bekerjasama dengan UNIMED yakni PPs UMSU, UMA, UNPAB, UPU, MAN 1 Medan, SMKN 14 Medan, SMK S Tritech Medan, SMK S Al Fatah Medan, SMA S Teladan Medan dan SMK S Ar Rahman, Medan. (Humas UNIMED/zr)